Ridwan Institute Sebut Begini Perbedaan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Beritrust.com – Masih banyak Akademisi yang merasa bingung mengenai perbedaan antara Prosiding dan Jurnal

Di dalam dunia Publikasi Ilmiah sendiri, proses Publikasi bisa dalam berbagai bentuk seperti Jurnal, Prosiding, Paper, dan lain-lain.

Pada wawancara kami bersama Ridwan Institute (15/9), Raodatul Jannah, M.Pd selaku Koordinator Jurnal Ridwan Institute memberikan perbedaan antara Prosiding dengan Jurnal Ilmiah

“Jurnal Ilmiah adalah media publikasi yang memaparkan hasil dari penelitian dan tanpa ada plagiasi. Sedangkan prosiding merupakan media publikasi Artikel Ilmiah yang merupakan hasil dari penelitian dosen melalui seminar maupun webinar” ucap Raodatul Jannah, M.Pd selaku Koordinator Jurnal Ridwan Institute

Roadatul Jannah, M.PD

Melalui penjelasan di atas, meskipun mempunyai perbedaaan antara prosiding dan jurnal ilmiah, prosiding dan jurnal ilmiah juga mempunyai kesamaan

Persamaan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Jika di lihat dari berbagi aspek persamaan, berikut adalah persamaan antara prosiding dan jurnal ilmiah :

  • Baik prosiding ataupun jurnal ilmiah, keduanya sama-sama berisikan artikel ilmiah yang merupakan hasil penelitian dosen
  • Keduannya merupakan sama-sama media publikasi hasil penelitian dosen, yang di mana dosen bukan hanya memiliki kewajiban untuk meneliti saja, akan tetapi dosen juga mengumumkan hasil penelitian tersebut dalam bentuk jurnal maupun prosiding
  • Keduannya juga diterbitkan dengan prosedur yang hampir sama dikarenakan keduannya memiliki ISSN pada saat diterbitkan

Baca Juga : Ridwan Institute Gelar “International Conference On Social Science & Technology” Bersama Dr. Muhammad Talhah, Universitas Teknologi Malaysia

  • Hasil dari publikasinya juga sama-sama menambah total angka kredit dosen, selama proseding di unggah di website institusi yang menyelenggarakan seminar. Atau bisa juga disesuaikan dengan ketentuan yang ada dari pihak kemendikbud
  • Sama-sama diterbitkan oleh lembaga terpercaya mulai dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan perusahaan. Pada lembaga publikasi sekaligus menjadi lembaga penyelenggara seminar

Perbedaan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Selain memiliki persamaan tentunya prosiding dan jurnal ilmiah juga mempunyai perbedaan.

Berikut adalah perbedaanya:

1. Skema Penerbitan

Prosiding dan jurnal ilmiah memiliki skema penerbitannya yang berbeda. Untuk Jurnal, Para peneliti perlu memilih jurnal yang sesuai dengan kriteria dan kemudian mengirimkan naskah artikel. Jika naskah diterima, maka proses selanjutnya yakni editing atau peer review.

Sedangkan untuk prosiding, artikel ilmiah yang akan dipublikasikan dosen, harus melewati seminar atau webinar.

Baca Juga : Ridwan Institute Sebut : Begini Cara Mencari Jurnal Internasional Yang Kredibel Dan Berkualitas

Dosen harus menyampaikan terlebih dahulu mengenai artikel ilmiah yang akan diselenggarakan di seminar maupun webinar.

Kemudian, penyelenggara acara akan menyatukan artikel ilmiahmu dengan artikel ilmiah lain di seminar yang sama untuk menjadikannya prosiding.

2. Tahapan Dalam Proses Penerbitan

Publikasi artikel ilmiah ke dalam jurnal ilmiah memiliki tahapan panjang. Mulai dari pengiriman naskah artikel ilmiah ke editor jurnal, proses peer review, sampai tahap akhir.

Sedangkan pada prosiding, tahapannya singkat karena dosen hanya perlu menyampaikannya dalam seminar. Tidak ada peer review yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

3. Bentuk Publikasi

Bentuk dari publikasi jurnal biasaanya dalam bentuk online dan dipublikasikan melalui website khusus dan tidak dicantumkan di website penerbit.

Jurnal juga dapat diterbitkan dalam bentuk cetak dan didistribusikan ke berbagai perpustakaan.

Sedangkan untuk prosiding biasannya dipublikasikan dalam bentuk cetak. Berhubungan dengan adanya perubahan aturan dalam buku panduan operasional penilaian Angka Kredit Jabatan Akademik/Pangkat Dosen di tahun 2019.

Menjadikan prosiding bisa masuk ke angka kredit dosen dengan aturan tambahan. Dengan cara dipublikasikan secara online menggunakan website penyelenggara seminar.

Sehingga bentuk dari publikasinya bisa dalam bentuk online dan bisa didapatkan di website penyelenggara seminar.

4. Lama Waktu Penerbitan

Perbedaan selanjutnya bisa ditemukan pada lama waktu penerbitannya. Pada jurnal, lama waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Karena mempunyai tahapan yang lebih banyak dibandingkan prosiding.

Sedangkan untuk prosiding, tidak mempunyai tahapan sebanyak jurnal ilmiah. Di mana tidak melalui proses peer review yang bisa memakan waktu bulanan.

Baca Juga: 1000+ Game Offline Seru Yang Wajib Kamu Coba

5. Level Keilmiahan

Proses seleksi artikel prosiding tidak seketat jurnal ilmiah yang di mana hal ini bisa membuat prosesnya lebih cepat.

Akan tetapi, untuk nilai keilmiahan proseding, jauh di bawah jurnal. Sehingga, artikel jurnal memiliki tingkat keilmiahan yang tinggi.

Teruntuk kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Ridwan Institute, silahkan untuk mengunjungi Instagram resminya di @ridwaninstitute.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *