Mari Mengenal Perbedaan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah Bersama Tim Publikasi Indonesia

Mari Mengenal Perbedaan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah Bersama Tim Publikasi Indonesia

Beritrust.com – Pernahkah kamu merasa bingung bagaimana membedakan antara Jurnal Ilmiah dan Prosiding? Dalam dunia Publikasi Ilmiah proses Publikasi bisa dalam berbagai bentuk misalnya dalam bentuk jurnal, prosiding, paper, dan lain-lain. Semua jenis Publikasi Ilmiah ini punya persamaan sekaligus punya perbedaan.

Apabila sampai saat ini kamu masih susah membedakan antara jurnal ilmiah dan juga prosiding, maka Kami bersama Tim Publikasi Indonesia ingin mengajak kalian semua untuk menyimak artikel ini sampai habis!

Baca Juga : Publikasi Indonesia Beri Kesempatan Untuk Publish Gratis Di Jurnal Ilmiah Bagi Yang Sudah Mengikuti Ini

Mengenal Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia adalah Lembaga Publikasi Ilmiah yang meliputi Publikasi Jurnal Ilmiah, Penerbitan Buku, dan Pendampingan Kepengurusan HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Publikasi Indonesia hadir sebagai solusi bagi rekan-rekan baik Dosen, Mahasiswa, Pelajar, Penulis, Karyawan, Pekerja dan Pengusaha.

Sebelum kita membahas perbedaan antara Prosiding dan Jurnal Ilmiah, marilah kita mengenal terlebih dahulu apa arti dari Prosiding dan Jurnal Ilmiah.

Pengertian Prosiding

Prosiding adalah publikasi artikel ilmiah yang merupakan hasil penelitian Dosen (peneliti) yang melewati proses seminar. Jadi, prosiding sama seperti Jurnal memuat Artikel Ilmiah hasil penelitian dan mempublikasikannya.

Baca Juga : Publikasi Indonesia Bersama UIN Salatiga & STIKMA Gelar Webinar “Rahasia Skripsi Cepat Selesai”

Perbedaan Prosiding dan Jurnal Ilmiah

Selain memiliki persamaan, juga ada sejumlah perbedaan antara prosiding dengan jurnal ilmiah. Berikut adalah beberapa perbedaan prosiding dan jurnal ilmiah yang perlu diketahui :

1. Skema Penerbitan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Perbedaan pertama adalah perbedaan yang paling mencolok, di mana skema penerbitannya memang berbeda. Pada jurnal, peneliti (dosen) perlu memilih jurnal yang sesuai kriteria kemudian mengirimkan naskah artikel ilmiah. Jika diterima maka berlanjut ke tahap selanjutnya, yakni proses editing atau peer review.

Peer review adalah proses isi artikel ilmiah dibaca, dipelajari, dan dicek oleh ahli di bidangnya. Sistemnya sama seperti bimbingan skripsi, dimana dosen pembimbing melakukan koreksi dan mahasiswa melakukan perbaikan atau revisi. Jika sudah dianggap selesai atau bagus baru dipublikasikan ke jurnal.

Sedangkan prosiding, Artikel Ilmiah yang akan dipublikasikan Dosen harus melewati proses seminar. Jadi, Dosen menyampaikan Artikel Ilmiah yang dimiliki dalam sebuah seminar. Kemudian penyelenggara seminar menyatukannya dengan Artikel Ilmiah lain di seminar yang sama menjadi Prosiding.

Baca Juga : Ini Dia Situs Terbaik Download Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis (Japendi) Menurut Tim Publikasi Indonesia

2. Tahapan dalam Proses Penerbitan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Sama seperti penjelasan sebelumnya, Publikasi Artikel Ilmiah ke dalam Jurnal Ilmiah memiliki tahapan panjang. Mulai dari pengiriman naskah Artikel Ilmiah ke editor Jurnal, proses peer review, dan seterusnya sampai tahap akhir. Yakni Artikel Ilmiah disetujui untuk masuk Jurnal dan ikut Publikasi di volume berikutnya.

Sedangkan pada Prosiding, tahapannya singkat karena Dosen hanya perlu menyampaikannya dalam seminar. Tidak ada peer review yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Selain itu, naskah yang umumnya sudah disampaikan di Seminar secara otomatis masuk ke Prosiding Lembaga Penyelenggaranya.

3. Bentuk Publikasi Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Bentuk Publikasi Jurnal biasanya dalam bentuk online, dipublikasikan di website khusus Jurnal dan tidak dicantumkan di Website Penerbit (baik itu Perguruan Tinggi, Lembaga, dan lain-lain). Jadi, pihak penerbit punya website khusus untuk satu jurnal dengan tema spesifik.

Jurnal juga bisa diterbitkan dalam versi cetak dan didistribusikan ke berbagai perpustakaan. Sedangkan Prosiding biasanya dipublikasikan dalam bentuk cetak, dan berhubung ada perubahan aturan dalam buku Panduan Operasional Penilaian Angka Kredit Jabatan Akademik/Pangkat Dosen di tahun 2019.

Maka Prosiding bisa masuk ke angka Kredit Dosen dengan aturan tambahan. Salah satunya dipublikasikan secara online di Website Penyelenggara Seminar. Sehingga bentuk Publikasinya bisa dalam bentuk online. Kemudian bisa didapatkan di website Penyelenggara seminar tanpa perlu dibuatkan website khusus.

4. Lama Waktu Penerbitan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Perbedaan Prosiding dan Jurnal Ilmiah juga bisa ditemukan pada lama waktu Penerbitan. Pada Jurnal, lama waktunya lebih panjang karena memang tahapannya lebih banyak. Dimana proses peer review bisa memakan waktu bulanan, sedangkan Prosiding tidak. Maka Publikasinya lebih cepat selama sudah disampaikan di Seminar.

5. Level Keilmiahan Prosiding Dan Jurnal Ilmiah

Proses seleksi Artikel Ilmiah untuk prosiding tidak seketat Jurnal Ilmiah, hal ini membuat prosesnya cepat dan bebas ribet. Meskipun begitu, Prosiding memiliki level keilmiahan di bawah Jurnal.

Sehingga Artikel Ilmiah di dalam Jurnal memiliki tingkat keilmiahan yang tinggi dan secara khusus hanya menyasar pembaca dari kalangan masyarakat ilmiah.

Melalui penjelasan di atas maka bisa dipahami dengan baik apa saja perbedaan Prosiding dan Jurnal. Meskipun sama-sama media Publikasi terhadap Penelitian yang dilakukan Dosen, namun berbeda dengan Jurnal.  

Publikasi Indonesia secara rutin sering memberikan tips-tips seputar pendidikan. Bagi kamu yang ingin mengetahuinya, silahkan langsung pantau Instagram resminya di @publikasiindonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *